| Memetakan Pohon |
|
|
|
| Ragam |
| Ditulis oleh Elanto Wijoyono |
|
Pepohonan di perkotaan lama-kelamaan makin jadi barang langka. Nasibnya pun semakin tak jelas. Keberadaannya seringkali terkalahkan oleh reklame, lampu penerangan jalan, jalan, trotoar. Kota jadi panas. Orang teriak butuh pohon. Namun, ketika banyak pohon bertumbangan dan jatuh korban, orang-orang jadi paranoid sama pohon. Rame-rame pohon besar ditebangi. Habis itu, panas orang-orang pun teriak lagi.. begitu seterusnya. Dalam kaitannya dengan keberadaan pepohonan di perkotaan, Nirwono Joga menandaskan bahwa warga kota berhak atas keamanan dan keselamatan publik, juga hak atas kesehatan lingkungan, serta perlindungan dari bencana lingkungan. Pohon-pohon yang bertumbangan akhir-akhir ini banyak yang tak sesuai peruntukannya, tak sesuai pula standard keamanannya. Jelas bahwa pohon pun memerlukan perawatan, pemeliharaan, dan bahkan asuransi. Dinas-dinas pemerintah kota terkait sudah seharusnya memiliki standard kerja dan kompetensi dalam pemeliharaan pohon. Mereka bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan pohon. Pendataan dan pemetaan secara rinci, akurat, dan terkini kondisi pohon-pohon di seantero kota yang terakses secara online sudah saatnya diadakan. Jalur komunikasi dua arah bisa tercipta, sehingga laporan terkini kondisi pohon dan tindaklanjut penanganannya bisa secara cepat terlaksana. Di tempat sekitar kita tinggal atau berdomisili pun, pepohonan yang ada bisa kita petakan. Dalam kawasan yang tak terlalu luas, tanpa harus melulu mengandalkan dinas pemkot yang tentu saja memiliki keterbatasan sumberdaya, komunitas setempat bisa juga melakukan pemetaan pohon-pohon di lingkungan mereka. Jika berkelanjutan, maka hal tersebut akan dengan sendirinya menjadi sebuah sistem pemantauan keamanan dan keselamatan pohon secara swadaya. Bahkan, dengan sistem tersebut, komunitas bisa membantu memberikan informasi kepada dinas terkait. Sistem ikon Green Map telah menyediakan beberapa ikon yang merepresentasikan keberadaan taman, hutan kota, dan pohon istimewa. Kita bisa memperluas definisinya jika memang diperlukan. Bisa juga kita munculkan ikon baru yang berhubungan dengan pohon. Jadi, jika muncul peta hijau tematik pohon, kita bisa tahu mana pohon istimewa, pohon sehat, pohon sakit, dan seterusnya. Lalu, apa yang bisa kita dapatkan setelah itu semua? Yah, paling tidak kita bisa tahu pohon apa saja yang ada di sekitar kita dan bagaimana kondisinya. Siapa tahu juga kita bisa dapat pengetahuan tambahan mengenai manfaat pohon atau tanaman tertentu. Komunitas setempat bisa memantau kelangsungan hidup si pohon. Jadi, cerita sebuah pohon yang pagi hari masih berdiri tegar dan rindang tapi, sorenya sudah hilang dan digantikan dengan sebuah warung atau selokan atau pot bunga raksasa tidak akan banyak muncul lagi. Semoga.. Hmm.. sekedar ide kecil untuk memperjuangkan kelangsungan hidup umat manusia dan umat pepohonan, tanpa harus mengorbankan salah satunya. ††â€ â⠂¬Â - Reformasi Pohon Angin kencang telah menumbangkan pepohonan besar yang mengancam jiwa manusia. Tidak sedikit yang luka-luka, mobil hancur, bahkan ada yang tewas tertimpa pohon tumbang. Kerusakan akibat pohon tumbang yang selalu terjadi di musim pancaroba dan telah menimbulkan banyak korban seharusnya dapat diminimalkan. Dinas Pertamanan DKI Jakarta harus melakukan reformasi total terhadap pengelolaan pohon-pohon di Jakarta untuk mengantisipasi dan memitigasi kerusakan dan korban akibat pohon tumbang. Jika tidak, ancaman pohon tumbang (juga papan reklame, tiang listrik, atau menara pemancar roboh) akan membuat warga ketakutan (paranoid) saat memarkir kendaraan, terjebak kemacetan, atau melintas di jalan yang dipenuhi pepohonan besar di saat hujan lebat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus memiliki unit reaksi cepat yang tanggap dalam memberikan pertolongan darurat, menyingkirkan pohon tumbang, serta mengangkut dan mengolah sampah pohon. Pohon adalah bagian integral dari lanskap (visual dan ekologi) jalan. Setiap kali jalan dibangun, pohon dalam massa besar ditanam berjajar membentuk koridor jalan yang meneduhkan. Desain lanskap jalan raya Jakarta tidak dirancang secara matang sehingga jalur hijau jalan tidak menyiapkan lebar median yang memadai. Pohon yang ditanam banyak tidak sesuai peruntukan, standar keamanan dan keselamatan, sehingga pohon tumbuh tidak pada tempat yang semestinya. Kegiatan pelebaran jalan telah mempersempit median jalur hijau dan jalur pedestrian sehingga membuat pertumbuhan batang tercekik dan akar tertekan beton serta aspal jalan. Akar pohon tidak mendapat suplai air sama sekali sehingga akar keluar merusak konstruksi jalan dan jalur pedestrian. Kondisi pohon pun hidup segan mati tak mau. Daya cengkeram akar ke dalam tanah tidak kuat. Cabang dan batang pohon hitam terbeban serapan gas polutan, menjadi getas mudah patah, semplak, dan tumbang tertiup angin kencang. Data pohon sejumlah 4.609.684 (2005) perlu segera disurvei ulang, dideteksi tingkat kesehatan dan keamanan pohon, diambil tindakan perawatan, pemeliharaan, dan diasuransikan. Singapura, Kuala Lumpur, dan Melbourne telah memiliki standar kinerja, kompetensi pekerjaan, dan sertifikasi tenaga pengawas pohon dan pelaksana pemeliharaan pohon yang bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan pohon. Teknik perawatan pohon meliputi pemangkasan dahan, pembentukan percabangan batang, dan penebangan pohon melalui standar prosedur operasional yang jelas dan sangat ketat. Dengan teknologi GPS dalam PDA, peta lokasi dan data kondisi terkini pohon yang sehat, sakit, atau akan tumbang dapat diketahui secara rinci, akurat, dan terus diperbarui setiap saat secara online di lapangan. Kondisi pohon yang sakit dilaporkan dan segera ditindaklanjuti. Jika ada pohon yang tidak sesuai peruntukan (membahayakan publik), dipindah; pohon sakit dirawat, pohon berlubang ditambal, pohon keropos atau akan tumbang ditebang dan diganti pohon besar baru yang lebih baik. Pemilihan jenis pohon yang tepat dan cara penanaman yang memenuhi syarat untuk menghindari mudah tumbang dikombinasikan dengan teknologi modern pemelih araan pohon. Penanaman pohon baru siap tanam (bibit pohon biji) wajib dilaksanakan sekarang juga. Pemprov D KI Jakarta telah menargetkan penanaman 6.202.816 pohon dari total 10.812.500 pohon (Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2010) di seluruh wilayah DKI Jakarta. Pohon merupakan tulang punggung ruang terbuka hijau kota penghasil oksigen, penyimpan air, penyerap gas polutan, peredam kebisingan, peredam angin, dan peneduh kota yang penting bagi kelangsungan hidup kota dan kita. Warga kota berhak mendapatkan hak atas keamanan dan keselamatan publik, hak atas kesehatan lingkungan, hak atas fasilitas kota yang baik, dan hak partisipasi umum. Hak atas keamanan dan keselamatan publik mendapatkan rasa aman di jalanan dan ruang publik kota, perlindungan bencana lingkungan, dan jaminan keamanan teknis konstruksi terbangun. Nirwono Joga, Arsitek Lanskap Kompas > Metropolitan > Kota Kita > Selasa, 6 Maret 2007 |