Jaringan Pegiat Peta Hijau Indonesia

Ramainya Workshop Peta Hijau Jakarta PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Bayu Wardhana   
Selasa, 12 Agustus 2008 00:00

Workshop Peta Hijau Jakarta akhirnya terlaksana dengan penuh antusias dari warga Jakarta. Perkiraan awal jumlah peserta hanya 25 orang, ternyata meluber hingga 70 orang. :)

Ya, itulah workshop Peta Hijau Jakarta yang dilaksanakan pada Sabtu, 9 Agustus 2008 kemarin di markas ITDP (Institute for Transportation & Development Policy), Gd. Prasada Sasana Karya Lt. 1, Jl.Suryopranoto 8, Jakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Peta Hijau Jakarta untuk membuat Peta Hijau Jakarta yang diharapkan sudah bisa terbit pada akhir Oktober 2008.

 


Peta hijau sendiri adalah peta yang dibuat secara partisipatif oleh masyarakat / komunitas untuk menandai tempat-tempat yang hijau atau ramah lingkungan. Peta ini nantinya diharapkan berguna bagi masyarakat luas, untuk menemukan tempat-tempat yang ramah lingkungan, sehingga akan membantu peningkatan kualitas hidup bersama.

Workshop ini memang awalnya hanya dirancang untuk 25 orang. Penyelenggara beranggapan, mungkin tidak banyak orang yang tertarik dengan isu peta hijau beginian. Ternyata kami salah duga. Sampai hari terakhir pendaftaran, jumlah yang mendaftar sampai 85 orang. Akhirnya yang datang adalah 70 orang. Sebuah tingkat kehadiran yang tinggi (82% dari jumlah yang mendaftar), bila dibandingkan dengan acara-acara komunitas pada umumnya.

Melihat antusiasme yang tinggi, tentu sayang bila hanya dibatasi 25 orang saja karena harapan yang lebih utama adalah bagaimana menularkan semangat hidup yang lebih ramah lingkungan kepada banyak pihak. Oleh karenanya, penyelenggara pun memindahkan tempat workshop dari ruangan yang hanya cukup untuk 30 orang , ke ruangan yang dapat menampung 100 orang.

Undangan workshop pukul 09.00 WIB, namun peserta sudah berdatangan pukul 08.30 WIB. Hmmm..sebuah bukti antusiasme yang lain. Pukul 09.15 WIB workshop pun dimulai. Dibuka oleh Mas Marco Kusumawijaya yang menjelaskan soal sejarah dan tujuan peta hijau di Jakarta maupun di kota-kota lain.

Menurutnya, kondisi tahun 2008 ini berbeda dengan ketika awal-awal merintis peta hijau tahun 2002. Waktu itu isu lingkungan belum banyak orang yang tahu, kata Mas Marco. Tetapi pada tahun 2008 ini, kesadaran orang pada lingkungan sudah banyak yang tahu. Tantangannya bukan lagi soal bagaimana orang tahu, tetapi bagaimana orang mau berubah dan mempraktekkan, ucap Mas Marco penuh semangat. Lewat peta hijau inilah diharapkan akan membantu warga Jakarta untuk berani mengubah perilaku ke arah yang hijau.

Sessi berikutnya diisi oleh Mas Anto dari komunitas Bike2Work, Mas Anthony dari komunitas KRLmania, serta Mas Toro dari ITDP.

Mas Anto menjelaskan bagaimana komunitas sepeda ini memperjuangkan jalur sepeda di kota Jakarta. Peta jalur sepedanya sudah ada yang diusulkan, yaitu di sepanjang Sudirman-Thamrin, menyatu dengan jalur pejalan kaki (ini mirip dengan yang ada di kota-kota di Eropa). Namun tampaknya Gubenur Fauzi Bowo masih enggan mewujudkan jalur sepeda ini, karena beliau mensyaratkan ada dulu 1 juta pengguna sepeda di Jakarta. Ini seperti ayam dan telur, mana yang lebih dulu. Menurut kami, kalau jalurnya ada terlebih dahulu, maka akan menarik minat banyak orang untuk bersepeda, kata Mas Anto.

 

Mas Anthony dari KRLmania, milis pengguna kereta listrik, menjelaskan bagaimana upaya komunitas ini memperjuangkan fasilitas kereta yang lebih manusiawi bagi penumpangnya. Salah satunya adalah gerbong khusus sepeda bagi jalur Jakarta-Bogor dan Jakarta-Serpong. Mohon maaf bagi pengguna Jakarta-Bekasi, saat ini belum ada gerbong khusus sepeda ini, ucap Mas Anthoni.

 


 

Mas Damantoro dari ITDP, sebuah lembaga konsultan TrasnJakarta dan busway, lebih banyak menjelaskan jalur-jalur TransJakarta serta keunggulan dari busway. Di sessi justru banyak pertanyaan yang muncul, khususnya kritikan dan masukan untuk pengelola busway. Mas Damantoro pun menjawab, Karena saya bukan dari pengelola busway, maka semua pertanyaan saya tampung dan akan disampaikan pada operator.

Sessi berikutnya adalah Mas Yudi dan David , yang menjelaskan panjang lebar soal pembuatan peta hijau. Penjelasan dimulai dari penjelasan ikon-ikon, bentuk-bentuk peta yang sudah pernah dibuat, apa itu komunitas peta hijau, sampai bagaimana registrasi ke greenmap internasional bila hendak membuat peta hijau di daerah masing-masing.

Secara garis besar, ikon peta hijau terbagi dalam 3 kategori besar, yaitu Sustainable Living, seperti jalur pejalan kaki, toko makanan organik, tempat pengolahan reuse (kerajinan tas dari sampah plastik), tempat pengomposan, dll. Kategori kedua adalah Nature, contohnya taman, hutan kota, tempat pengamatan burung, pengamatan bintang, tempat olahraga publik, dll. Dan terakhir adalah kategori Cultural & Society, seperti museum, gedung kesenian, radio komunitas, wifi area , dan seterusnya.

Lalu pukul 12.00 WIB, peserta mulai dibagi dalam 5 kelompok. Masing-masing kelompok dibekali peta kawasan Harmoni - Monas. Kelima kelompok ini akan praktik simulasi membuat peta hijau untuk kawasan tersebut. Tepat pukul 13.00, mulailah kelompok-kelompok ini menyusuri jalan menuju Monas sisi selatan.

Meskipun jarak Harmoni dan Monas cukup dekat, ternyata perjalanan simulasi ini membutuhkan waktu 1 jam. Sebabnya, masing-masing kelompok mengamati titik-titik apa saja yang bisa masuk kategori hijau dan tidak hijau.

Pukul 14.00 - 15.00 WIB, sambil beristirahat di halaman Monas, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil temuannya. Pada umumnya teman-teman ini cukup jeli dalam menemukan dan menentukan ikon hijau. Misalnya, ada yang bisa mengidentifikasi jenis-jenis burung yang ada di dalam Istana Negara, lalu ada gedung tua di seberang Sekretariat Negara, fasilitas untuk kursi roda di lapangan Monas, pohon Bintaro yang sudah mulai langka, halte TrasnJakarta di Monas dan Harmoni, Museum Gajah, dan masih banyak lagi temuan teman-teman peserta workshop ini.

Sekitar pukul 15.00 WIB, workshop ini ditutup oleh Mas Yudi dan Mas Marco. Kerja selanjutnya adalah menghimpun informasi, lokasi-lokasi mana di Jakarta ini yang ramah lingkungan, terutama yang ada di sekitar jalur TransJakarta dan rel kereta listrik. Para peserta workshop ini akan mengumpulkan informasi lokasi-lokasi hijau di Jakarta, dan terakhir waktu pengumpulannya pada tanggal 23 Agustus 2008 ke salah satu akun email di bawah ini :

Nirwono Yoga (nirwonojoga @yahoo.com)

Davi d A. Sagita ( Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )

Bayu Wardhana ( Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )

Partisipasi warga lain di luar peserta workshop, tentu juga diharapkan. Untuk mendalami lebih jauh apa itu peta hijau, teman-teman bisa klik : http://greenmap.or.id/ atau hubungi akun email di atas.

Bayu Wardhana

http://www.wikimu.com
Senin, 11-08-2008 17:02:08 oleh: bajoe
Kanal: Gaya Hidup


blog comments powered by Disqus
LAST_UPDATED2
 

15 Tahun Green Map


Galeri Foto

Open Green Map

Green Map Atlas 2004

Green Map Atlas 2004

Green Map Impacts


GreenMap.Org


Pemeta Hijau

You are here  : Home Peta Hijau di Indonesia Jakarta Ramainya Workshop Peta Hijau Jakarta