| Ajakan Terbuka dari Bilik Siar |
|
|
|
| Ditulis oleh Bayu Wardhana |
| Kamis, 07 Agustus 2008 10:25 |
|
Peta Hijau Jakarta segera Diwujudkan Topik Wikimu on air bersama DRadio 103,4 FM, hari Senin lalu (4 Agustus 2008) tentang pembuatan Peta Hijau Jakarta menghadirkan Mas Nirwono Joga atau yang dikenal sebagai Mas Yudi sebagai narasumber. Mas Yudi adalah koordinator pembuatan peta hijau ini. Seperti biasa, siaran ini dipandu oleh Mbak Riri dan Mas Uya dari DRadio. Sebagai penggembira dari Wikimu, ada Mas Errr dan aku sendiri, Bayu Wardhana. Siaran pun dimulai tepat pukul 10.00 sampai 11.00 WIB.
Sesi pertama, Mas Yudi menjelaskan apa itu peta hijau atau green map. Peta hijau adalah peta yang dibuat oleh masyarakat sendiri untuk menandai tempat-tempat yang hijau/ramah lingkungan, juga dari sisi sosial budaya. Tempat yang hijau atau ramah lingkungan, tidak hanya berupa taman, hutan kota, danau, tapi juga lokasi-lokasi yang membantu/mendorong orang untuk hidup lebih ramah lingkungan. Contohnya; outlet yang menjual bahan pangan organik, tempat pembuatan kompos, daur ulang kertas, pengolahan sampah plastik, kerajinan dari barang-barang recycle, tempat pengamatan burung, kebun binatang, gedung mal yang ramah lingkungan, dan sebagainya. Sementara, yang dimaksud dengan tempat sosial budaya, adalah seperti museum, situs bersejarah, ruang publik (taman, plaza), gedung kesenian, pusat ilmu pengetahuan, dan lain-lain. Mengapa tempat-tempat ini masuk ke dalam peta hijau? Sebabnya, di tempat-tempat inilah kita bisa belajar dan mengenal (sejarah, ilmu, interaksi) masyarakat kita sendiri. Selanjutnya Mas Yudi menjelaskan rencana pembuatan Peta Hijau Jakarta 2008. Tahun-tahun sebelumnya, diceritakan, komunitas Peta Hijau Jakarta pernah membuat beberapa peta hijau, tapi dalam kawasan tertentu, meliputi Kebayoran Baru, Menteng, Kemang, dan Jakarta Kota (Kota Tua). Peta hijau terakhir dibuat pada tahun 2005 untuk kawasan Jakarta Kota. Tahun ini, geliat komunitas Peta Hijau Jakarta mulai bergerak kembali. Rencananya membuat peta hijau dengan berbasiskan pada sepanjang kawasan yang dilewati jalur TransJakarta dan kereta api listrik. Mengapa jalur transportasi massal ini dipilih? Menurut Mas Yudi, pengguna TransJakarta dan kereta api listrik secara langsung berperilaku hijau karena menghemat kadar emisi karbon yang dikeluarkan, bila dibandingkan dengan penggunaan kendaraan pribadi. Lewat peta hijau ini, masyarakat diajak untuk lebih memilih menggunakan transportasi massal ini. Ada yang memberi tanggapan via sms, menggunakan TransJakarta sekarang justru lama pada saat antre masuk. Lalu ada pula yang menanyakan soal taman Ayodya yang tidak segera dibangun. Apakah peta hijau ini akan memberi informasi jalan-jalan pintas atau tikus yang menghindari kemacetan? Jawabannya yang muncul: 1. Memang soal antre di TransJakarta menjadi persoalan dan mesti dapat perhatian dari pengelolanya. Namun, antrean itu cenderung terjadi pada jam-jam sibuk, waktu berangkat dan pulang kantor. Lewat peta hijau ini, tujuan sebenarnya mengajak masyarakat Jakarta untuk bisa berwisata dalam kota, tentu di luar jam-jam sibuk tadi, misalnya pada hari Sabtu-Minggu. Daripada menggunakan kendaraan pribadi, lebih baik menggunakan moda transportasi massal tersebut. Menurut data
dari peng
e
lola TrasnJakarta, load factor penumpang TransJakarta pada hari kerja adalah 80% , sementara pada akhir pekan hanya 40%.
Sebelum siaran ditutup, Mas Yudi sempat menginformasikan bahwa pembuatan Peta Hijau Jakarta ini membuka kesempatan keterlibatan banyak pihak, individu maupun komunitas, karena pada prinsipnya peta hijau atau green map ini adalah partisipasi dari masyarakat sendiri. Oleh karena itu, bila ada yang tertarik bergabung dalam pembuatan Peta Hijau Jakarta dapat mengikuti workshop pembuatan peta hijau yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 Agustus 2008 besok, pk 09.00 - 14.00 di gedung ITDP, di kawasan Harmoni. Workshop ini gratis, tapi nantinya diharapkan keterlibatan dari relawan untuk mengindentifikasi lokasi-lokasi hijau di Jakarta, selama kurang lebih 1 bulan. Bila tidak dapat mengikuti workshop, tidak menutup kemungkinan tetap bisa terlibat pembuatan peta hijau ini. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di situs Green Map Internasional: http://www.greenmap.org/ atau situs Peta Hijau di http://greenmap.or.id/ Bayu Wardhana |
| LAST_UPDATED2 |