Jaringan Pegiat Peta Hijau Indonesia

Tur Peta Hijau Kota Tua PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Ikka Wuwiwa   
Kamis, 06 Mei 2010 21:43

Keliling Sunda Kelapa dengan Sepeda

 

Kota Tua di Jakarta makin lama menjadi ikon wisata yang menonjol. Masih terpeliharanya beberapa bangunan tua peninggalan Belanda menjadi berkah tersendiri bagi sebagian warga Kota Tua. Terlebih di kawasan Taman Fatahillah yang direnovasi dan sekarang sering menjadi ajang berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan, pembuatan film, dan lain-lain. Namun, wajah Kota Tua tidak hanya seputar Taman Fatahillah. Kota Tua tidak hanya tempat wisata, tetapi berbagai kegiatan perdagangan terjadi di kawasan ini. Mulai dari perdagangan antar pulau di Pelabuhan Sunda Kelapa sampai perdagangan eletronik di kawasan Glodok. Penghuninya pun beragam, mulai dari etnis Tionghoa, Arab, Bugis, Betawi , Jawa, dll. Permasalahan di kawasan ini pun cukup kompleks. Mulai dari sampah, sanitasi air, pemukiman padat, perdagangan illegal, sarana kesehatan, dan lain-lain.

Peta Hijau Jakarta, mengajak warga untuk tur hijau mengelilingi sebagian dari kawasan Kota Tua ini, dengan mengendarai sepeda onthel, untuk sepedanya sudah disediakan di depan Fatahilah.

Hari & Tanggal : Minggu, 9 Mei 2010
Berkumpul pukul : 07.00 Pagi
di: Taman Fatahillah

Dari sini kita akan menyusuri :
1. Pelabuhan Sunda Kelapa
2. Jembatan Intan/Kali Besar
3. kawasan Pekojan
4. Petak 9
5. dan kembali ke Fatahillah.

Berikut sedikit cerita tentang Lokasi yang akan kita jelajahi dengan sepeda onthel

Pelabuhan Sunda Kelapa
adalah pelabuhan kapal-kapal tradisonal yang digunakan dari jaman dahulu sampai sekarang.

Kali Besar
kita akan menyaksikan jembatan peninggalan kota yang dibangun oleh Belanda, termasuk juga tata airnya.

Pekojan
dulu dikenal sebagai kampung tempat tinggalnya etnik Arab. Beberapa masjid tua berdiri di sini. Salah satu nya adalah Masjin An Nawier. Masjid An-Nawier ini mempunyai arsitektur yang khas perpaduan gaya Timur Tengah, Cina, Eropa, dan Jawa. Kita dapat menyaksikan ornamen khas Cina menempel di pintu-pintu masjid dan bentuk konstruksi daun jendela beraksen Jawa. Masjid Jami An-Nawier Pekojan merupakan salah satu masjid tua yang ada di Jakarta saat ini, dibangun pada abad ke-17 di era penjajahan pemerintahan kolonial Belanda.

Petak 9
adalah pemukiman etnik Tionghoa sejak dahulu yang mempunyai banyak vihara. Seiring dengan masuknya agama Kristen, terjadi percampuran budaya di sini. Salah satunya adalah

Gereja Katolik yang berarsitektur Cina - St Maria de fatima
Gereja ini berdiri sekitar 57 tahun yang lalu berarti kurang lebih sekitar tahun 1952 dengan arsitektur Cina, tanpa adanya sebuah salib seperti gereja-gereja yang lainnya. Halaman utama cukup bagus dan menarik, terlihat di sisi kanannya ada sebuah patung Bunda Maria dan anak-anak kecil terlihat begitu indah dikelilingi oleh tanaman-tanaman. Sedangkan di sebelah kiri sebuah patung Yesus yang menggantung di sebuah menara.

Di sini kita juga akan melihat persoalan-persoalan pemukiman padat, seiring bertambahnya penduduk. selain itu juga kita akan mengunjungi salah satu tempat yang terkenal di are petak 9 ini yaitu:

Vihara Dharma Bakti


Semua perjalanan ini kita akan dibonceng para bapak ojek sepeda ini. Dengan mengendarai sepeda onthel ini, kita akan merasakan perlu jalur sepeda segera direalisasikan di Jakarta.

Tertarik?

Silakan daftar
via email ke : ikka.wuwiwa[at]gmail.com dengan menyertakan nama - no ponsel - Jumlah Orang.
Biaya tur ini Rp 75.000,-/orang.
Sudah termasuk sewa sepeda onthel, makan siang, tiket masuk.
Peserta yang membawa sepeda sendiri, maka biaya yang dikenakan hanya Rp 35.000,-/orang
Pendaftaran ditutup tanggal 7 Mei 2010
peserta dibatasi maksimal 30 orang saja
Informasi No rekening akan di infokan setelah mendaftar melalui email
Info lebih jauh, dapat hubungi telepon Peta Hijau Jakarta : 021 68465892

==============================================================

INFO & TIPS bagi Peserta Tur Peta Hijau

Apa yang perlu DIBAWA?

  • Bawa BOTOL MINUM dari rumah, untuk kurangi sampah air kemasan. Panitia menyediakan air minum untuk isi ulang GRATIS!
  • Topi & cengdem juga perlu dibawa untuk mengatasi terik matahari
  • Kamera, nah kalau ini wajib untuk foto-foto narsis ;-)



NAIK APA ke Taman Fatahillah?

  • Sebaiknya gunakan angkutan umum/ sepeda untuk kurangi polusi & macet.
  • Museum Taman Fatahillah mudah dijangkau dengan menggunakan bus TransJakarta dan KRL Jabodetabek.
  • Untuk KRL Jabodetabek, sila cek jadwal lengkapnya di www.krlmania.com/jadwal
  • Sila cek peta koridor bis TransJakarta di www.suaratransjakarta.org/info-penumpang/peta
  • Bagi yang membawa kendaraan, parkirkan di tempat parkir yang ada di sepanjang koridor bus TransJakarta dan sambung dengan bis tersebut hingga Taman Fatahillah. Info tempat parkir bisa dilihat di: http://www.suaratransjakarta.org/node/381
  • Jika ingin bawa mobil, sebaiknya gunakan 1 mobil beramai-ramai.
  • Bagi yang akan membawa kendaraan bermotor, perlu diperhatikan bahwa jalan menuju Kota Tua biasanya MACET & RUANG PARKIR TERBATAS!



*Pengumuman ini dapat dilihat pula di Page Facebook: Green Map Jakarta


blog comments powered by Disqus
 

15 Tahun Green Map


Galeri Foto

Open Green Map

OpenGreenMap

Green Map Atlas 2004

Green Map Atlas 2004

Green Map Impacts


GreenMap.Org


Pemeta Hijau

You are here  : Home Peta Hijau di Indonesia Jakarta Tur Peta Hijau Kota Tua