| Peta Hijau Saujana Budaya Melayu |
|
|
|
| Ditulis oleh Thomas Widiyanto |
| Kamis, 28 Februari 2008 07:00 |
|
Dari Sumatera, setelah Bukittinggi di tahun 2005 dengan Peta Hijau Bukittinggi dan Aceh di tahun 2006 dengan Peta Hijau Kenangan Tsunami dan Peta Hijau Meuraxa, Medan akan menyusul dengan peta hijaunya. Saat ini sedang dirintis sebuah proyek pemetaan dengan metode peta hijau di Kota Medan, Sumatera Utara. Peta Hijau yang akan dibuat di Medan ini akan menfokuskan pada salah satu elemen keragaman budaya di wilayah ini, yaitu Budaya Melayu. Peta Hijau ini sendiri akan diberi nama Peta Hijau Saujana Budaya Melayu Sumatera Timur. Sebuah tema untuk peta hijau yang juga pernah dibuat di Yogyakarta untuk kawasan Kotagede, Kotabaru dan Jeron Beteng. Perintisan ini telah sedang dimulai dengan serangkaian kegiatan yang dikoordinasi oleh Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara. Mengawali kegiatan ini pada hari Jumat, 29 Februari 2008, dengan fasilitasi oleh Elanto Wijoyono dan Marco Kusumawijaya dari Komunitas Peta Hijau Indonesia, dilakukan lokakarya peta hijau untuk tim yang telah dibentuk di Medan ini. Tim Peta Hijau Medan ini diketuai oleh Drs. Wan Syaifuddin MA, Ph.D. Selanjutnya pada hari Sabtu, akan diadakan seminar berkaitan dengan proyek pemetaan ini di Gedung Serba Guna Prof. T. Amir Ridwan, Fakultas Sastra. Seminar ini akan dibuka oleh Esther Risma Purba, staf pengajar Fakultas Sastra, yang berlaku sebagai ketua panitia dari seluruh rangkaian proyek ini, kemudian oleh Drs. Wan Syaifuddin, M.A, Ph. D., sebagai ketua tim Peta Hijau di Medan ini dan Parlindungan Purba, SH, M.M, seorang anggota DPD RI Utusan SUMUT Panitia Adhoc III bid. Kesra: pendidikan, kesenian, budaya. Selanjutnya, Marco Kusumawijaya - tokoh pertama yang merintis gerakan Peta Hijau di Indonesia - akan mengisi seminar dengan presentasi mengenai Peran Peta Hijau dalam Pengenalan Lingkungan dan Perencanaan Wilayah. Presentasi selanjutnya adalah dari koordinator Peta Hijau Saujana Budaya Melayu, mengenai proyek pemetaan tersebut. Sesi terakhir akan diisi oleh Elanto Wijoyono, dengan presentasi mengenai Metode Pemetaan Peta Hijau dan Kegiatan Peta Hijau Global dan Indonesia, dan bersama tim peta hijau Medan, akan dilaporkan hasil simulasi Peta Hijau Saujana Budaya Melayu ini. Foto: Esther Risma Purba, Elanto Wijoyono |
| LAST_UPDATED2 |