Jaringan Pegiat Peta Hijau Indonesia

Sehari Mengawali Tahun PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Kristanti Wisnu Aji Wardani   
Selasa, 18 Maret 2008 07:00

Lokakarya Peta Hijau untuk Calon Fasilitator

Minggu, 16 Maret 2008, Komunitas Peta Hijau Yogyakarta mengadakan sebuah lokakarya pengenalan Peta Hijau kepada relawan Peta Hijau Mandala Borobudur di Pendapa Karta Pustaka, Yogyakarta. Lokakarya yang seharusnya dimulai pukul 08.00 WIB tersebut harus molor setengah jam karena keterlambatan para peserta lokakarya. Acara tersebut dibagi ke dalam beberapa sesi. Yang pertama dan yang paling biasa adalah pembukaan dari Koordinator Kegiatan Peta Hijau Mandala Borobudur, dilanjutkan sedikit ice breaking untuk mencairkan suasana karena para relawan datang dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda dan kemungkinan sebagian besar diantara mereka belum saling mengenal. Kemudian semua peserta diajak untuk mengenal Peta Hijau.

 

Dua buah pertanyaan kemudian dijadikan umpan untuk memancing sejauh mana pengetahuan peserta terhadap Peta Hijau. Pertama, mengenai sejauh mana pengetahuan tentang Peta Hijau, dan yang kedua adalah harapan apa yang ingin dicapai dari kegiatan kali ini. Hasilnya sangat beragam. Namun, sebagian besar peserta berpandangan bahwa Peta Hijau adalah komunitas yang mefokuskan kegiatan pemetaan lingkungan fisik dan non fisik- serta berisikan kekhasan atau keunikan tiap daerah yang dipetakan.Setelah mendapatkan sedikit bekal, para peserta kemudian dibagi ke dalam 5 kelompok untuk melakukan simulasi pemetaan kawasan Bintaran, Yogyakarta dengan metode Peta Hijau. Simulasi ini sangat melelahkan tapi tak kalah menyenangkan. Walaupun harus bekerja di bawah terik matahari, tetapi semangat untuk memetakan kawasan Bintaran tak kunjung surut. Tiap peserta mulai hanyut dengan berbagai macam pertanyaan untuk mendapatkan data tentang objek yang mereka petakan. Tidak hanya berpatok pada panduan wawancara, mereka juga mengreasikan sendiri pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bahkan ada beberapa peserta yang diajak masuk ke dalam rumah dan mengobrol panjang lebar tentang objek yang diamati.

Setelah muter-muter Bintaran selama beberapa jam, satu per satu kelompok kembali ke Pendapa Karta Pustaka. Dengan semangat yang belum menurun mereka langsung melakukan proses kompilasi data. Mendiskusikan data-data yang telah diperoleh, memberikan ikon pada masing-masing objek, serta mengunggah data ke Google Earth dilakukan oleh tiap peserta. Setelah semuanya terlihat sudah menyelesaikan pekerjaannya, maka tibalah sesi presentasi dari tiap-tiap kelompok. Sesi ini cukup interaktif karena di situ tercipta sebuah atmosfer diskusi yang sangat kritis dan menyenangkan. Apalagi kalau sudah terkait dengan urusan pengikonan, bener-bener ga da matinya!

Diskusi Sepanjang Hari

Digenjot sedari pagi, akhirnya mau tidak mau stamina mulai menurun menjelang sore, walaupun masih ada beberapa peserta yang masih penuh semangat. Akhirnya kejenuhan tersebut disuap dengan sebuah pemutaran film Mapa Verde. Cukup menghibur dan mengendurkan syaraf-syaraf yang tegang. Setelah itu diadakan sesi diskusi tinjauan proses kegiatan. Diskusi ini dilakukan untuk menjawab dua buah pertanyaan yang diumpankan tadi pagi. Sebagian besar pertanyaan tersebut terjawab dari proses-proses yang telah dilakukan seharian. Sepertinya sangat memuaskan apabila jawaban dari sebuah permasalahan kita temukan melalui proses belajar yang menyenangkan dan tidak kaku seperti yang didapatkan di ruang kuliah.

Hari semakin sore, tapi lokakarya ini harus ditutup dengan sebuah diskusi lagi mengenai isu-isu yang melekat dengan Borobudur saat ini. Diskusi terfokus pada kelompok-kelompok kecil dilakukan, yaitu dalam 5 kelompok kecil. Kelompok diskusi mengenai sekolah, warga, monumen, kawasan, serta keluaran dan tindak lanjut kembali meramaikan suasana Pendapa Karta Pustaka. Usai waktu yang ditentukan berakhir, rangkuman diskusi dari setiap kelompok yang dituangkan dalam sebuah kertas plano dipajang di papan. Kelompok sekolah misalnya, memberikan kontribusi pemikiran mengenai target atau sasaran relawan Peta Hijau Mandala Borobudur. Ide-ide juga bermunculan terkait dengan keluaran dan tindak lanjut kegiatan Peta Hijau Mandala Borobudur ini. Setelah semuanya dirasakan cukup maka lokakarya 16 Maret 2008 diakhiri.

Mempertajam Agenda Kegiatan

Belum berhenti sampai disitu. Para koordinator Peta Hijau Mandala Borobudur kembali harus tinggal di pendapa untuk beberapa jam ke depan. Diskusi kali ini lebih sedikit pesertanya. Dimulai dengan review kegiatan Peta Hijau Mandala Borobudur tahun 2005 oleh Mbak Lieke, acara kemudian dilanjutkan dengan pembuatan kerangka kerja beserta waktunya. Terjadi perdebatan cukup pelik di sana sini. Terkait dengan siapa relawan yang akan dilibatkan, bagaimana strategi pendekatan untuk dapat mencapai sasaran kegiatan. Pada kegiatan pemetaan kali ini, relawan yang akan dilibatkan adalah para pelajar lokal. Harapannya adalah Peta Hijau dapat memfasilitasi para pelajar lokal untuk menumpahkan perasaannya mengenai lingkungan tempat tinggal mereka, Borobudur. Setelah mengalami perdebatan sangat alot maka disepakati untuk menggunakan kerangka kerja dan waktu kegiatan dari bulan Maret-Desember 2008. Hari semakin malam dan kami semua sudah merasa lelah dan sepakat memutuskan untuk mengakhiri kegiatan ini. Hmm, jangan lupa, ini baru awal!

Fasilitator Peta Hijau:

- Bambang Pramono
- Elanto Wijoyono
- Hani Raihana
- Maria Carmelia
- Sita Sari Trikusumawardhani
- Thomas Widiyanto

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Album foto kegiatan bisa dilihat di sini

 


blog comments powered by Disqus
LAST_UPDATED2
 

15 Tahun Green Map


Galeri Foto

Open Green Map

Green Map Atlas 2004

Green Map Atlas 2004

Green Map Impacts


GreenMap.Org


Pemeta Hijau

You are here  : Home Peta Hijau di Indonesia Yogyakarta Sehari Mengawali Tahun