| Suatu Minggu Berkayuh Peluh |
|
|
|
| Ditulis oleh Thomas Widiyanto |
| Senin, 10 Maret 2008 07:00 |
Menjajagi Ruang Penempatan Rak Parkir SepedaPada hari Minggu, 9 Maret 2008, proses pemetaan untuk Peta Hijau Sahabat Sepeda Kota Yogyakarta dilanjutkan dengan penjajagan lokasi-lokasi potensial untuk penempatan rak parkir sepeda. Survei lapangan ini dilakukan sebagai respon dari hasil pemetaan yang telah dilakukan sejak awal proyek ini dicetuskan, dengan fakta bahwa sudah sangat jarang kita jumpai rak parkir sepeda di Yogyakarta, walau sebenarnya masih sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, pengadaan rak-rak ini sebenarnya tetap masuk akal walau di tengah luapan jumlah sepeda motor dan mobil di kota Yogyakarta yang kecil ini.
Survei hari Minggu ini adalah survei lokasi pertama yang akan ditindaklanjuti dengan survei-survei yang lebih mendalam. Dalam survei yang pertama ini, secara berurutan dari kawasan utara menuju ke kawasan selatan Yogyakarta, kami bergerak mendatangi 15 lokasi-lokasi sebagai berikut Toko Buku Toga Mas dan Circle-K di Jl. Gejayan; Kolam Renang Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kuningan; Masjid Kampus Universitas Gajdah Mada (UGM) di Bulaksumur, Rumah Sakit Panti Rapih di Sagan; Bank BCA Sudirman, Rumah Sakit Bethesda, Toko Buku Gramedia dan Circle-K di Jl. Jend. Sudirman; Kedaulatan Rakyat dan Stasiun Tugu di Jl. Mangkubumi; Kinoki di Kotabaru; Kantor Pos Besar di Jl. Senopati; Tamansari di kawasan Ngasem, Kraton; dan Swalayan Maga di Jl. Panjaitan. Masih banyak lokasi yang belum kita datangi juga, termasuk perkantoran, yang tentu akan lebih efektif disurvei pada hari kerja. Adapun kriteria lokasi parkir yang dianggap layak untuk ditempati rak parkir adalah lokasi-lokasi yang mempunyai lahan parkir sendiri yang cukup luas dan banyak diakses oleh publik, sehingga tidak harus menyita badan jalan atau trotoar jalan. Kebutuhan rak parkir sepeda juga menjadi pertimbangan. Akan lebih baik jika tempat-tempat tersebut menyediakan fasilitas pendukung lain bagi para pesepeda, seperti tempat istirahat yang teduh dan nyaman, ruang ganti, kamar mandi umum, atau sekedar informasi soal kegiatan bersepeda. Sangat penting juga bila pihak pengelola parkir bersedia menjamin keterpakaian dan merawat rak-rak parkir tersebut.
Melewati Kompleks Perumahan Dosen UGMTujuan dari survei pertama ini lebih untuk mengetahui kondisi lingkungan dan siapa pengelola tempat parkir. Kepastian dari tiap lokasi untuk bisa ditempati rak-rak parkir tentu belum bisa didapatkan, menginggat sebagian besar lokasi-lokasi tersebut ternyata untuk urusan parkirnya langsung dikelola oleh managemen lokasi tersebut, dan hari minggu tentu libur bagi mereka. Beberapa lokasi juga dikelola oleh pihak-pihak yang tidak terkait secara langsung dengan lokasi tersebut, seperti Kolam Renang UNY dan Tamansari yang dikelola oleh penduduk sekitar. Namun, pihak penanggung jawabnya belum bisa ditemui. Oleh karena itu, diagnosa ini akan dilanjutkan dengan sedikit lebih formal kepada managemen lokasi-lokasi tersebut.
Parkir Sepeda di Toko Buku Toga Mas Kolam Renang UNY
Masjid Kampus UGM Stasiun Tugu Yogyakarta Gambaran tentang parkir di beberapa lokasi yang telah kami datangi adalah sebagai berikut; di Toko Buku Toga Emas, misalnya, parkir tidak dipungut biaya, sepeda mempunyai tempat khusus untuk parkir, yaitu di bawah tangga belakang meja satpam. Bahkan, kadang satpam dengan sukarela memindahkan sepeda yang diparkir di luar ke bawah tangga ini. Di Kolam renang UNY, petugas parkir adalah warga sekitar dengan seorang sebagai ketua. Ketika kami di sana kemarin, kami melihat cukup banyak sepeda terpakir, yang kebanyakan milik oleh anak-anak usia sekolah, khususnya SMP. Kata bapak penjaga kolam renang, kalau hari Minggu atau libur memang banyak anak-anak bersepeda datang ke kolam renang. Pelanggan yang bersepeda, baik di hari libur atau hari biasa, umumnya ada pada pagi sampai siang hari, sekitar jam 14.00. Setelah itu, parkiran sampai malam didominasi oleh motor. Biaya parkir untuk sepeda di Kolam Renang UNY seperti umumnya Rp 500,-. Masjid Kampus UGM sangat menerima baik dengan usaha pengadaan rak parkir sepeda ini, mengingat banyak pengunjung yang datang bersepeda. Pengunjung bersepeda biasanya kurang tahu di mana mereka harus meletakkan sepeda mereka. Kadang mereka harus bertanya kepada petugas jaga di pintu masuk. Menurut takmir masjid, bapak Wardhani, masjid kampus memang seharusnya mempunyai rak khusus untuk parkir sepeda. Untuk lebih selaras dengan kampus sebagai bagian dari jaringan sepeda hijau kampus, beliau lebih memilih rak sepeda seperti yang dipakai oleh jaringan ini. Untuk sepeda yang parkir di masjid, biasanya tidak diberi tiket, namun bila pesepeda meminta untuk diberi tiket, petugas bisa memberikannya.
Kinoki - Kotabaru Kinoki - Kotabaru Satu tempat, yang kebetulan memang salah satu penggagas pemetaan ini, yaitu Kinoki, ternyata sudah mempunyai rak sepeda sendiri. Rak sepeda ini total bisa menampung 13 sepeda. Biaya pengadaannya pun tak terlampau tinggi, hanya sekitar tiga ratus ribu rupiah yang dipesankan kepada perajin las besi di Yogyakarta. FYI, Kinoki menyediakan es teh gratis bagi siapa saja yang datang ke Kinoki dengan sepeda. ![]() Wawancara penjaga parkir di Tamansari Parkir di Tamansari Di wilayah selatan di kawasan Jeron Beteng, kami memilih Tamansari sebagai target lokasi, mengingat tempat ini adalah kawasan wisata potensial. Menurut juru parkir di Tamansari ini, memang sering ada wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara yang datang dengan bersepeda. Tentu berarti tempat ini sangat membutuhkan rak parkir sepeda. Hal ini pun diiyakan oleh juru parkir di sana, yang langsung setuju bila ada rak parkir sepeda. Parkir dikelola oleh warga setempat. Bersambung*Tim Survei 9 Maret 2008: Thomas, Joyo, Sita, Inu, Tulus, Azzah, dan Elida Album foto kegiatan bisa dilihat di sini. |