Jaringan Pegiat Peta Hijau Indonesia

Ruang Bermain Anak PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Maria Carmelia   
Selasa, 06 Juli 2010 08:18

Teka-Teki di Ruang Publik

Isu tentang anak selalu menarik perhatian siapa saja. Banyak kegiatan diselenggarakan atas nama anak, dan dipersembahkan untuk anak-anak. Namun, seberapa besar keterlibatan anak sebenarnya? Seberapa besar kebutuhan anak akan hal yang ditawarkan? Respon yang sama menariknya juga diberikan ketika topik yang diangkat bertajuk ‘ruang publik’.



Ruang kota sesungguhnya adalah publik. Dasarnya, seluruh warga memiliki hak untuk memanfaatkan ruang-ruang tersebut. Ruang kota tidak hanya harus enak dilihat tapi juga memiliki hubungan batin dengan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat yang bertemu di ruang publik diikat dalam setting yang lebih luas daripada rumah sendiri¹. Masyarakat disini tentunya harus dibaca secara lebih bijaksana; anak-anak adalah bagian dari masyarakat.

Baru-baru saja Yogyakarta menjadi tuan rumah pameran 30 tahun Refleksi Gerakan Anak di Indonesia, bertempat di area Jogja National Museum. Maka tak ada salahnya bila di tempat itu pula, kita membaca catatan anak-anak: apa kata mereka tentang ruang publik ini.

Relawan Peta Hijau Yogyakarta, dalam Jagongan Media Rakyat (JMR) 2010, mengajak anak-anak dari beberapa sekolah dasar dan kampung sekitar Jogja National Museum untuk bermain teka-teki dengan metode Green Map System©. Ini adalah permainan yang sangat sederhana. Anak-anak hanya perlu menjadi dirinya sendiri dan mencatatkan apa-apa yang mereka ingin ekspresikan dalam ruang publik ini. Apa-apa yang ada bagi mereka, apa-apa yang mereka bayangkan ada, apa-apa yang menurut mereka tidak.

Ini seperti teka-teki yang harus mereka cari, di tempat-tempat yang konon adalah ruang mereka juga. Jawabannya, tentu saja, harus dari mereka juga. Keluaran dari kegiatan workshop ini adalah sebuah drawing map yang memuat informasi dari sudut pandang anak, baik yang sehari-hari menggunakan tempatan JNM, maupun yang sedang bermain di sana. Dari catatan ini pula, kita akan melihat bagaimana teka-teki ini dijawab oleh mereka, yang paling membutuhkan ruang bermain. Apakah anak-anak, pada dasarnya, adalah kelompok yang dituntut untuk kreatif dengan merespon lingkungan sebagai sumber inspirasi? Atau, pada intinya, anak-anak adalah tempelan di ruang publik?

Workshop ini akan diberikan sebagai rangkaian dari Jagongan Media Rakyat (JMR) 2010, pada hari Minggu, 25 Juli 2010 di Jogja National Museum, pukul 8 pagi.

Selamat datang hari Minggu. Saatnya kita bermain.

Carmelia Soe, (relawan Peta Hijau Yogyakarta)


* Punto Wijayanto, “Siapa Merencanakan Ruang Publik”, pengantar program Green Radio Yogyakarta, 9 Juli 2010 di RRI Pro2 Jogja 102.5 FM.


blog comments powered by Disqus
LAST_UPDATED2
 

15 Tahun Green Map


Galeri Foto

Open Green Map

Green Map Atlas 2004

Green Map Atlas 2004

Green Map Impacts


GreenMap.Org


Pemeta Hijau

You are here  : Home Peta Hijau di Indonesia Yogyakarta Ruang Bermain Anak