Jaringan Pegiat Peta Hijau Indonesia

Peta Hijau Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Elanto Wijoyono   
Senin, 31 Desember 2007 00:00

Green Map Kampus Pertama di Indonesia

Sikap tidak konsisten pengelola kampus terhadap penegakan peraturan menjadi kesimpulan para mahasiswa menyikapi tetap banyak warga kampus yang merokok di dalam area kampus. Padahal, kampus mereka dicitrakan sebagai kampus yang bebas asap rokok, sebagaimana terpampang dalam banner besar di gerbang utama kampus. Masalah lain yang dimunculkan adalah ketersediaan ruang terbuka publik yang bisa dimanfaatkan sebagai area olahraga. Saat ini, kebanyakan mahasiswa berolahraga dengan memanfaatkan ruang-ruang parkir dan plaza, yang tentu saja tidak bisa sebebas dengan aktivitas di lokasi yang memang khusus difungsikan untuk kegiatan olahraga.

the smoking student caught on camera

Beberapa temuan masalah di atas muncul di atas muncul dalam peta hijau kampus terbaru yang berhasil dikerjakan di Yogyakarta. Sebagai bagian dari mata kuliah Global Environmental Politics di Kelas Internasional Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), para mahasiswa mengerjakan Peta Hijau Kampus UMY dalam kurun waktu 2 minggu. Waktu yang tidak cukup panjang memang tidak memungkinkan terwujudnya sebuah peta hijau yang lengkap. Namun, sebuah proses pemetaan dan diskusi intensif sudah bisa terlaksana dan menghasilkan berbagai rekomendasi serta sebuah peta hijau kampus online yang potensial untuk terus dilanjutkan. Secara resmi, peta hijau ini pun menjadi peta hijau kampus pertama di Indonesia yang berhasil dikerjakan.

Let's map our Campus and make it green! Plotting the findings onto the GoogleMaps

Pengenalan itu dimulai dari ruang kuliah

Ruang kuliah yang penuh wacana politik global justru menjadi langkah awal pemahaman dan pengetahuan para mahasiswa terhadap lingkungan kampus mereka sendiri. Pada sesi workshop pertama pada hari Minggu, 9 Desember 2007 lalu, mahasiswa yang terbagi dalam empat kelompok memresentasikan hasil pemahaman mereka atas ide masyarakat yang sehat dan berkelanjutan melalui green mapmaking. Berangkat dari pemahaman bahwa keberadaan lokal dan antar lokal dengan geliat komunitas-komunitas di dalamnya akan tetap membentuk wajah komunitas global dan juga sebaliknya, para mahasiswa UMY ini pun mulai beranjak mengenal lebih jauh lingkungan kampus mereka. Dengan didampingi empat fasilitator Peta Hijau Yogyakarta, mereka diajak untuk mencoba melihat kampus yang sudah menjadi keseharian mereka dari sudut pandang yang lain dan lebih dalam.

Sering melihat atau bahkan hidup di dalamnya ternyata belum tentu membuat seseorang benar-benar mengenal baik lingkungan itu sendiri. Ritme kegiatan kampus yang ketat dan birokratis membuat warga kampus s eakan hanya mengenal kampus sebagai ruang mati yang sering terlewati. Usai mencoba melihat apa yang ada di sekitar mereka lebih dalam, barulah disadari ada berbagai titik kritis dan juga titik menarik yang selama ini terlewat dan terabaikan. Juga baru disadari bahwa ruang-ruang kegiatan itu pun sebenarnya hidup, dinamis seirama dengan gerak giat individu-individu yang berinteraksi di dalamnya. Individu-individu memaknai ruang-ruang dan kegiatan yang mereka lakukan membentuk wajah lingkungan yang saling mempengaruhi.

Is it difficult to find bike's park?

Langkah awal yang harus berkelanjutan

Diinisasikan sebagai bagian dari mata kuliah, proyek kecil ini pun hanya menargetkan terselesaikannya sebuah dummy Peta Hijau yang bisa menjadi langkah awal penyelesaian Peta Hijau Kampus UMY yang lebih lengkap. Data yang terkumpul telah terhimpun sebagai peta hijau berbasis Google Map yang diplotkan langsung dan didiskusikan bersama para mahasiswa pada sesi workshop kedua hari Kamis, 27 Desember 2007 lalu. Dari data dan informasi itu saja sudah bisa terbahas sejumlah permasalahan dan memunculkan sejumlah rekomendasi pula. Mulai dari masalah larangan merokok, ketersediaan ruang terbuka publik, keterbatasan akses bagi difabel, desain kawasan yang tak ramah lingkungan, hingga pemborosan energi berhasil direkam untuk dicarikan rekomendasi pemecahannya.

Important Issues and Recommendations

Tentu saja peta yang ada sekarang masih jauh dari cukup untuk menyediakan data dan informasi yang lengkap yang bisa menggambarkan wajah kawasan Kampus UMY secara lebih utuh dan lengkap. Rencana untuk terus menggulirkan proyek peta hijau kampus ini usai kelas semester ini dengan melibatkan lebih banyak warga kampus pun telah dipikirkan. Harapan besar para peserta workshop ini adalah mewujudkan kampus ramah lingkungan. Kepuasan terbesar muncul ketika tahu apa saja yang kurang dan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya. Tak pantas rasanya berteriak soal lingkungan di mana-mana jika lingkungan rumah sendiri ternyata belum begitu baik. (ew)

Fasilitator Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya Staf Pengajar, pengampu Mata Kuliah Global Environmental Politics

Fasilitator Peta Hijau Yogyakarta
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


blog comments powered by Disqus
LAST_UPDATED2
 

15 Tahun Green Map


Galeri Foto

Open Green Map

Green Map Atlas 2004

Green Map Atlas 2004

Green Map Impacts


GreenMap.Org


Pemeta Hijau

You are here  : Home Peta Hijau di Indonesia Yogyakarta Peta Hijau Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta