Jaringan Pegiat Peta Hijau Indonesia

Mencari Jejak Belanda melalui Peta PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Elanto Wijoyono   
Selasa, 18 November 2008 11:38
Lokakarya Pendidikan Pusaka untuk Guru Sekolah Menengah

Perkembangan peradaban di kawasan Yogyakarta sejak masa Mataram Islam hingga masa kini cukup dinamis. Pada beberapa bagian, unsur-unsur yang menjadi penanda dari setiap masa yang telah dilalui masih bisa dicandra oleh kita saat ini. Wujud hasil kebudayaan dengan pengaruh Eropa juga masih kuat tertampakkan di wajah kota dan beberapa wilayah di daerah. Tentu saja, itu adalah hasil dari wujud olah rasa, cipta, dan karsa antara lain oleh para kolonialis Belanda pada masanya.
 
Code-Weg dan Jonquiere Boulevard  Jl. Sunaryo, Jl. Pattimura, Jl. Serma Taruna Ramli

Menjadi menarik untuk coba melihat sejauh mana kawasan Yogyakarta pada khususnya dipengaruhi oleh campur tangan Belanda. Utamanya, apa yang tampak dari sisi tata ruang, arsitektur, dan tentu saja aktivitas yang melingkupinya. Hal itulah yang mendorong Drs. Billy Gunterman, seorang dosen senior dari Fakultas Pendidikan Hogeschool van Arnhem en Nijmegen (HAN) Belanda untuk menyelidikinya kembali. Melalui sebuah pendekatan geografis - historis yang banyak memanfaatkan peta-peta dan survei lapangan sebagai sumber data, sebuah program penelitian dan seri lokakarya pun digelar di Yogyakarta dengan tajuk "Mencari Jejak-Jejak Belanda di Yogyakarta". Program ini dilaksanakan di Yogyakarta dengan dukungan penuh dari Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta yang kemudian dimasukkan dalam kerangka sebuah program pendidikan dan pelatihan untuk guru-guru sekolah menengah alumnus USD.

Garis besar program penelitian ini adalah untuk merekam dan menganalisis dinamika kawasan Yogyakarta pada tiga tahap, yakni pada masa Mataram Islam (Kotagede - Plered), pada masa kolonial, dan pada masa pascakemerdekaan. Sebuah seminar pendahuluan telah digelar pada bulan September 2008 lalu. Akhir Oktober 2008, sebuah lokakarya dan jelajah lapangan dilakukan dengan fokus pada sejarah Mataram Islam, bertempat di Kotagede - Plered, dengan sekitar 90 guru sejarah sekolah menengah sebagai partisipan. Pada akhir November iniakan digelar lokakarya yang kedua, fokus pada kesejarahan kolonial Belanda di Yogyakarta, dan mengambil wilayah Kotabaru sebagai area pembelajaran.

Bekerjasama dengan Peta Hijau (Green Map) Yogyakarta, lokakarya ini akan dilaksanakan pada:
Hari, tanggal    : Sabtu, 22 November 2008
Pukul        : 07.00 - 16.00
Tempat        : Auditorium Pusat Kataketik (Puskat) Jl. A. Jazuli, Kotabaru, Yogyakarta
Peserta        : 100 guru sejarah (alumnus Pendidikan Sejarah USD)
Agenda        :
07.00 - 07.30    pendaftaran ulang peserta
07.30 - 08.00    Presentasi dan diskusi: Mengenal Sejarah Yogyakarta dari Peta Yogyakarta tahun 1925 (Billy Gunterman, Joko Wicoyo)
08.00 - 09.00    Presentasi dan diskusi: Fokus pada Kotabaru (YR Subakti, Billy Gunterman, Elanto Wijoyono)
09.00 - 09.30    Persiapan dan pembekalan survei lapangan (Elanto Wijoyono)
09.30 - 11.30    Survei lapangan di kawasan Kotabaru: Jl. Sabirin, Jl. Supadi, Jl. Sajiono, Jl. Sunaryo, Jl. Pattimura (Elanto Wijoyono, Billy Gunterman, dibantu 5 fasilitator kelompok)
11.30 - 12.30    Istirahat dan makan siang di Auditorium Puskat Kotabaru
12.30 - 13.00    Persiapan presentasi kelompok
13.00 - 14.30    Presentasi dan diskusi: hasil survei lapangan, per kelompok (Elanto Wijoyono, Billy Gunterman)
14.30 - 15.30    Merencanakan Program Pendidikan Pusaka di Sekolah; Bagaimana memanfaatkan Green Map di sekolah (Elanto Wijoyono)
15.30 - 16.00    Penutup (Billy Gunterman, Joko Wicoyo, YR Subakti)

Hasil dari lokakarya sehari ini akan coba ditindaklanjuti, antara lain melalui pengelolaan data hasil survei yang akan dilakukan oleh Billy Gunterman bersama tim Green Map Yogyakarta yang hasilnya bisa diakses oleh seluruh peserta. Rencana ke depan adalah melanjutkan agenda pendidikan pusaka untuk guru ini dalam kerangka kegiatan pemetahijauan kawasan pusaka Kotabaru, yang bisa diperluas cakupannya pula untuk kawasan greater Yogyakarta.

blog comments powered by Disqus
LAST_UPDATED2
 

15 Tahun Green Map


Galeri Foto

Open Green Map

Green Map Atlas 2004

Green Map Atlas 2004

Green Map Impacts


GreenMap.Org


Pemeta Hijau

You are here  : Home Peta Hijau di Indonesia Yogyakarta Mencari Jejak Belanda melalui Peta