|
Yogyakarta
|
|
Ditulis oleh Adriani Zulivan
|
|
Rabu, 28 Desember 2011 07:00 |
|
Anak mana yang tak gembira menyambut masa liburan, apalagi jika berkunjung ke kampung halaman kakek-neneknya. Inilah yang dirasakan oleh 14 anak dari Surabaya, Semarang, Solo dan Jakarta, saat menghabiskan libur panjang Natal dan Tahun Baru 2011 di Yogyakarta. Keempat-belas anak ini adalah anak dan keponakan dari Maria Hidayatun, seorang pengajar di Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Petra Surabaya. Bu Maria adalah salah seorang Greenmapper (sebutan untuk relawan Peta Hijau), yang bersama kampusnya aktif mengembangkan Peta Hijau di berbagai kawasan di Surabaya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Yogyakarta
|
|
Ditulis oleh Sigit Pramana Putra
|
|
Sabtu, 17 Desember 2011 12:44 |
|
Perbandingan Masa Lalu, Sekarang & Akan Datang 
Dalam inkarnasi awal malioboro sebagai bagian dari konsep kota Jawa, Jalan Malioboro ditata dalam menjalankan sumbu imajiner utara-selatan dan berkorelasi dengan Istana Sultan ke Gunung Merapi di utara dan Laut Selatan sebagai simbol supranatural. Saat ini malioboro menjadi pusat kawasan wisata terbesar Yogyakarta, dengan arsitektur kolonial Belanda sejarah era dicampur dengan distrik komersial Cina dan kontemporer. namun heritage di malioboro semakin lama semakin pudar karena kurangnya perhatian pemerintah akan cagar budaya, dalam event kali ini kita akan mengangkat akan nilai sejarah (kebendaan) yang ada di kawasan malioboro, dan kita akan memandingkan malioboro TEMPOE DOELOE dan SAAT INI dan AKAN DATANG.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Yogyakarta
|
|
Ditulis oleh Elanto Wijoyono
|
|
Jumat, 25 November 2011 11:32 |
|

Woro berari kabar. Moro berarti datang. Malioboro adalah Malioboro. Mari ikuti proses memetakan pusaka komunitas yang membentuk wajah Malioboro. Temukan keragaman situs, peninggalan, hingga kegiatan masyarakat yang khas di labirin kampung di pusat kota Yogyakarta. Pemetaan dan jelajah akan digelar bersama dengan rangkaian acara Biennale Jogja XI. Proses yang difasilitasi oleh tim mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) dan Desain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini terbuka untuk umum. Siapa pun yang bergabung, dipersilakan ikut serta.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Sistem Informasi Desa untuk Borobudur |
|
|
|
|
Borobudur
|
|
Ditulis oleh Elanto Wijoyono
|
|
Sabtu, 25 Juni 2011 07:37 |
Satu Langkah menuju Pengelolaan Sumber Daya Wilayah yang Lestari
Desa Borobudur pada tahun 2009 lalu telah berhasil menyelesaikan proses penyusunan Peta Hijau Desa Borobudur dan Peta Hijau Taman Wisata Candi Borobudur. Kedua peta itu disusun bersama dalam satu proses yang melibatkan beragam kelompok, baik dari dalam desa maupun luar desa. Himpunan data dan informasi yang ada dalam peta hijau itu kemudian menjadi salah satu dasar dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Borobudur yang berhasil diselesaikan pada tahun 2010. Menginjak tahun 2011 ini, Pemerintah Desa Borobudur dan masyarakat setempat telah mempersiapkan satu agenda tindak lanjut setelah seluruh data dan informasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan perencanaan pembangunan desa telah tersedia. Ya, apa yang kemudian akan dilakukan?
|
|
Selanjutnya...
|
|
Peta Hijau Keanekaragaman Hayati Jakarta Terbit! |
|
|
|
|
Jakarta
|
|
Ditulis oleh Peta Hijau Jakarta
|
|
Kamis, 16 Juni 2011 14:37 |
|
Tunggu Informasi Peluncurannya di Akhir Pekan ini 
|
|
Selanjutnya...
|
|
Tolak Utang untuk Reformasi Transportasi Provinsi D.I. Yogyakarta |
|
|
|
|
Yogyakarta
|
|
Ditulis oleh Elanto Wijoyono
|
|
Rabu, 08 Juni 2011 21:36 |
Siaran pers (dapat dikutip tanpa konfirmasi)
TOLAK UTANG UNTUK REFORMASI TRANSPORTASI
Transportasi menjadi salah satu persoalan di wilayah berkembang seperti Provinsi DIY. Meski sudah mulai ada terobosan untuk menciptakan moda transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, namun di sana sini masih terdapat persoalan yang belum bisa diselesaikan. Berlalu-lintas di Provinsi DIY, terutama Kota Yogya, jauh dari rasa nyaman berkendaraan. Kemacetan mulai terjadi di beberapa titik, kepemilikan moda tranportasi pribadi tak terbendung; pertumbuhan jumlah sepeda motor 11,8 % per tahun memperparah kondisi ini. Semakin parahnya polusi udara menjadi kenyataan yang semakin menyesakkan.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 1 dari 12 |