| Green Map Terbitkan Aikon Peta Hijau Versi 3 |
|
|
|
| GMS |
| Ditulis oleh Elanto Wijoyono |
|
Tiga Kerangka Besar untuk Memetakan Lingkungan Sistem aikon Green Map versi 2 yang terbit pada tahun 1999 sudah diperbarui sebagai aikon Green Map versi 3 pada awal tahun 2008 ini. Sekretariat jaringan global Green Map yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat telah merintis pengembangan dan pembaruan aikon ini sejak lima tahun yang lalu. Pembahasan aikon bersama diawali sejak pertemuan pemeta hijau sedunia di Bellagio, Italia pada tahun 2002 dan secara resmi diprogramkan pada tahun berikutnya. Sejak pertemuan pemeta hijau Asia di Nagoya, Jepang pada tahun 2005, pembahasan dan diskusi online mulai dilakukan, sehingga membuka keterlibatan aktif seluruh komunitas Green Map sedunia. Proses terakhir dilakukan hingga habisnya bulan Januari 2008 dengan dilakukannya survei tanggapan atas draft final aikon versi 3.
Sistematika kategori aikon baru Sejumlah 170 aikon tersusun dalam set versi 3 ini, lebih banyak daripada sistem aikon versi 2 yang hanya berjumlah 125 aikon. Dari 170 aikon itu, 54 aikon di antaranya merupakan aikon standard. Memang banyak, tetapi memang tidak seluruh aikon itu harus digunakan dalam sebuah peta hijau. Selain karena tidak semua fenomena yang terwakilkan dalam aikon itu selalu ada di wilayah lokal, juga karena keputusan aikon mana saja yang akan digunakan tergantung pada kesepakatan komunitas pemeta hijau.
Sistem aikon versi tiga ini sendiri terbagi dalam tiga kategori besar, yakni Sustainable Living, Nature, dan Culture and Society. Setiap kategori itu masing-masing memuat sub-sub kategori, meliputi: Sustainable Living: Nature: Culture & Society: Aikon versi 3 ini memberikan ruang bagi pemunculan aikon yang mewakili fenomena-fenomena yang lebih lengkap, seperti aikon untuk fenomena kerentanan dan kebencanaan, aikon untuk fenomena informasi komunikasi publik, dan fenomena keadilan sosial kemasyarakatan. Menariknya, aikon-aikon yang ada ini didesain berdasarkan sebuah sistem pola yang disebut Icon Pattern Language . Pola bahasa aikon ini selain digunakan untuk membantu desain set aikon global, juga diharapkan dapat membantu menginspirasi desain aikon lokal yang selaras dengan desain aikon global. Namun begitu, setiap komunitas lokal pun tetap berhak mendesain aikon dengan pola lain jika memang diperlukan.
Kolaborasi komunitas Green Map sedun ia terus berjalan Beberapa materi aikon versi 3 ini sudah dapat diunduh, terutama oleh pemeta hijau terdaftar, di website Green Map. Beberapa materi pendukung masih dalam tahap pembuatan dan pengembangan, seperti font aikon baik untuk PC maupun Mac, dokumen definisi aikon versi 3, dan materi bantu lainnya. Tim multi-bangsa di sekretariat New York akan terus mengoordinasikan proses ini dengan tetap membuka kesempatan bagi komunitas Green Map sedunia untuk terus memberikan tanggapan. Ciprian Samoila, pemeta hijau di Rumania, akan membuat font aikon tersebut. Lalu, sejumlah pemeta hijau akan diundang sebagai beta tester font itu ke berbagai mesin komputer dan aplikasi. Risa, desainer kebangsaan Jepang yang selama tahun 2007 lalu membantu pekerjaan desain di New York akan kembali ke Jepang, sehingga Green Map pun membuka kesempatan bagi pegiat mana pun yang bisa menggarapnya dalam sebuah tim kolaborasi internasional. Jadi, jangan menunggu saja. Ada banyak cara untuk berperan, bukan?
Elanto Wijoyono |