|
Apa yang Tersisa dari Pameran Peta Hijau Jakarta? |
|
|
|
|
Jakarta
|
|
Ditulis oleh Bayu Wardhana
|
|
Senin, 19 Oktober 2009 18:31 |
|

Ikuti Rangkaian Kegiatannya di Jalan Veteran, Jakarta Pusat
Pameran Peta Hijau Jakarta sudah berjalan lebih dari satu minggu. Masih ada satu minggu ke depan, apa lagi yang masih tersisa? Satu minggu terakhir, ada banyak aktivitas setiap harinya, maka jangan ketinggalan info di bawah ini.
Pameran Peta Hijau (10 - 25 Oktober 2009)
Pada acara ini akan dipamerkan 6 edisi Peta Hijau Jakarta serta hampir seluruh peta hijau yang pernah dibuat di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Peta Hijau Medan, Bukittinggi, Yogyakarta, Kota Gede, Borobudur, Solo, Surabaya, Malang, Makassar, Ternate, dan Buton. Selain itu juga akan ada beberapa peta hijau yang dibuat oleh kota-kota di luar negeri.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Cinta Jakarta dengan Peta Hijau |
|
|
|
|
Jakarta
|
|
Ditulis oleh Riyanti Pakpahan
|
|
Kamis, 15 Oktober 2009 18:11 |
|

Dalam rangka jelang peringatan 10 tahun Peta Hijau Jakarta (PHJ) tahun depan, komunitas PHJ menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang meliputi pembuatan peta hijau, tur peta hijau dan pameran peta hijau. Salah satu kegiatan yang tengah berlangsung adalah Pameran Peta Hijau, mulai tanggal 10 hingga 25 Oktober 2009, yang digelar di Sekretariat Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) Jl. Veteran I No. 27 Jakarta Pusat.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Meninjau Kota Sepeda dari Sudut yang Tepat |
|
|
|
|
Yogyakarta
|
|
Ditulis oleh Elanto Wijoyono
|
|
Minggu, 27 September 2009 21:23 |
|
Langkah Lanjut Kegiatan Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta
Kalimat berita tanpa subjek di atas sejatinya adalah sebuah kalimat pertanyaan. Setelah euforia bersepeda kembali terbit di kota Yogyakarta dalam kurun waktu paling lama dua tahun terakhir, hal apa saja yang bisa kita nilai dari perkembangan yang ada itu? Ada beragam pertanyaan yang muncul yang harus segera disikapi.

|
|
Selanjutnya...
|
|
Bermain Peran di Ranah Tata Niaga Pertanian |
|
|
|
|
Malang
|
|
Ditulis oleh Kristanti Wisnu Aji Wardani
|
|
Senin, 31 Agustus 2009 05:57 |
|
Metode Alternatif Pengenalan Peta Hijau 
RI Terjebak Impor Pangan, begitu tajuk utama pada harian KOMPAS edisi Senin, 24 Agustus 2009. Disebutkan di dalamnya beberapa komoditas yang harus diimpor oleh Indonesia antara lain gula, daging sapi, garam, susu, kedelai, dan gandum. Ironis untuk sebuah negara kepulauan yang bahkan harus mengimpor garam untuk memenuhi kebutuhan nasionalnya. Fenomena ini juga digambarkan dalam kartun Sukribo dengan judul “..Korban Swasembada...” (KOMPAS edisi Minggu, 30 Agustus 2009). Hmmm, kira-kira komoditas apa lagi yang harus diimpor oleh negara yang sering disebut mempunyai kekayaan alam yang melimpah ini?
|
|
Selanjutnya...
|
|
Selamat Datang di Universitas Peta Hijau! |
|
|
|
|
Ragam
|
|
Ditulis oleh Hani Raihana
|
|
Rabu, 22 Juli 2009 22:08 |
|
Dari Refleksi Menuju Strategi

Tiga hari saja, Jumat-Minggu (17-19 Juli 2009), kami, para pegiat peta hijau daerah bertemu untuk membahas, merumuskan, dan menikmati proses bersama tentang Green Map. Anda yang belum pernah dengar, Green Map atau Peta Hijau adalah kelompok yang berupaya mengembangkan pendidikan pengenalan lingkungan melalui langkah pemetaan. Beberapa kali diangkat di media massa, Green Map seolah menjadi komunitas yang hangat muncul saat demam global warming melanda dunia. Padahal tidak. Peta Hijau Indonesia muncul di awal dekade ini dengan penggagas Marco Kusumawijaya, yang kemudian menjalar ke Yogyakarta dan dikembangkan oleh Rohman Yuliawan dan kawan-kawan. Memang setelah histeria global warming, setidaknya Peta Hijau Yogyakarta kerap kali diundang berpartisipasi, mulai dari kampus, pemerintah, masyarakat, sekolah, hingga on air di radio. Hingga saat ini puluhan Peta Hijau telah dihasilkan, dan puluhan kawasan telah terpetakan oleh pemeta hijau di seluruh Indonesia. Konsep ini mirip yang dikatakan Rinto Andriyono (IDEA), fasilitator salah satu sesi pertemuan, bahwa Peta Hijau berkembang dengan pola bintang laut. Saat satu kakinya lepas (pergi meninggalkan tempat ia ikut dalam komunitas Peta Hijau), kemudian orang tersebut mampu menginisiasi dan mengembangkan Peta Hijau di daerah barunya. Mengapa mau? Padahal, tidak ada kewajiban dan job description khusus yang tersemat pada yang bersangkutan?
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 1 dari 8 |